Sabtu, 30 Juli 2011

NM#25: Tips Pindahan Rumah

Halooo.. kenapa jadi pindahan ya topiknya? Jadi begini saudara-saudara sebangsa setanah air, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba aku kok selesai menulis cerita soal romantika pindahanku selama ini. Berhubung itu tulisan cuma boleh 4 halaman, dan tips yang aku tulis 2 halaman.. maka diputuskan tips lengkap tidak jadi dimasukkan secara tips singkat sudah masuk dalam naskah yang 4 halaman.

Jadi.. daripada itu tips menganggur.. dan lagi pula itu tips beneran kok dari pengalaman pendekku 6 kali pindahan mulai antar pulau, antar propinsi, antar kecamatan, serta pindahan gedung kantor baik yang pakai Perusahaan Jasa Pindahan maupun yang diurus sendiri, ada baiknya aku bagikan disini.. (huehehe.. sok pengalaman).

Monggo disimak.. sekelumit tips dari pengalamanku selama ini.. tambahin kalo kurang ya..


A. Sebelum Pindah 
1. Tuliskan apa yang harus dipersiapkan hingga 'hari H' kepindahan:
  • Buat daftar barang apa saja yang harus dipak, mana yang akan ditinggal dan mana yang akan dihibahkan atau ditawarkan untuk dijual ke tetangga.
  • Pilah mana benda yang akan segera diperlukan di rumah baru, mana yang tidak. Dan sebaiknya mengepak barang sesuai ruangannya dan karakteristiknya. Misal, barang dapur dibedakan mana dus  pecah belah dan dus yang bukan pecah belah, diberi label dan diberi kode ruang dapur agar saat pindah peletakannya langsung diruang bersangkutan.
  • Untuk barang pecah belah, sebelum di kemas lapisi piring dan gelas dengan kertas koran atau masukkan kembali ke dalam dusnya (jika masih ada), agar tidak mudah pecah. Tambah sekat disisi-sisi kardusnya. Tulisi kardusnya dengan 'Awas pecah belah!' atau gambar gelas bertangkai.
  • Sediakan kardus khusus untuk mainan anak-anak dan buku-bukunya. Beri tanda khusus di luar kardus. Ini supaya saat pindah dan kita harus bebenah, kardus ini bisa dibongkar lebih dulu dan anak-anak bisa asyik dengan mainan dikamarnya sementara kita beres-beres di ruang lain.
  • Untuk barang-barang elektronik, kemas dalam dus aslinya (jika ada) dan selipkan bantal di sisi-sisinya untuk menahan goncangan. Hal ini terutama jika barang elektronik akan dikirim dengan ekspedisi.
  • Untuk kasur springbed yang akan dikirim via pos laut, bisa di dilapis dus yang lebar dan dikemas dengan plastik tebal. Springbed ini dihitung volume per meter persegi.
  • Jika memilih pengiriman pos laut, pastikan dus dipak kembali dengan kayu. Bisa dilakukan sendiri atau membayar jasa pengepakan di kantor pos.
  • Jangan lupa memberi label di setiap dus. Pada saat pindah lintas pulau, kami memberi nomor setiap dus. Dan di lembar pengecekan yang kami pegang, setiap nomor dus diberi keterangan isinya. Sehingga saat mengirim ke ekspedisi, kami tahu betul jumlah dus yang kami kirim dan saat tiba kami juga tahu dus nomor berapa yang belum ada.
    2. Jika barang-barang yang besar sudah tercatat semua, kita bisa mulai menentukan pengiriman menggunakan apa sehingga banyak waktu untuk mempertimbangkan biaya dan mengecek kebaikan dan kerugian masing-masing pilihan. Jika hanya antar wilayah (satu pulau), bisa menggunakan truk yang besar atau menggunakan perusahaan jasa pindahan. Tapi jika pindah lintas pulau, menggunakan jasa pos laut cukup lumayan. Jika barangnya banyak, ya sewa kontainer bisa juga dipertimbangkan.
     3. Seminggu menjelang kepindahan, upayakan semua barang telah dikemas dalam dus.. Sisakan saja barang-barang yang memang diperlukan sehari-hari, pengemasannya bisa dilakukan saat kepindahaan nantinya.  
     4. Jangan pernah memasukkan barang berharga atau surat penting di sembarang tempat, simpanlah benda-benda berharga secara tersendiri. Lebih baik surat berharga dan barang berharga dibawa sendiri saat pindah dan tidak dipak di kardus bersama barang lain.
       5. Pakai sebuah kotak khusus untuk barang yang akan Anda butuhkan segera setelah pindah. Misalnya perlengkapan mandi, obat-obatan, handuk, wajan dan sodet, gunting, beberapa piring dan gelas serta alat makan. Letakkan kotak khusus ini di mobil Anda, sehingga mudah diraih.
        6. Pastikan saat pindah, tidak ada lagi barang yang tercecer. Kunci pintu dan jendela jika tidak ada yang menjaga, putuskan saluran telepon, aliran listrik dan air sebelum Anda tinggalkan. 
      7. Periksa lagi semua rekening listrik, telepon dan air, apakah sudah dibayar. Atau hutang pada tukang sayur langganan dan tukang koran. Titipkan pembayaran pada orang terpercaya jika ternyata ada yang belum dibayar. Jangan lupa pamit pada tetangga dan Ketua Rukun Tetangga (RT).


B. Setibanya di Rumah Baru
  1. Begitu tiba di rumah baru, tentukan di mana akan meletakkan perabot-perabot besar seperti lemari, tempat tidur, bufet, lemari pajang.
  2. Jangan terlalu memaksakan diri untuk langsung merapikan semua perabotan sekaligus. Istirahatkan diri. Karena bergerak membutuhkan waktu dan energi. Jika waktu istirahat telah cukup kita bisa membongkar dan mengatur kembali perabotan. Jangan terburu nafsu membongkar semua barang yang sudah dipindahkan, utamakan membongkar yang penting-penting saja.
  3. Jika semua barang-barang utama sudah pada tempatnya, maka satu per satu kardus bisa dibongkar. Misalnya kardus berisi pakaian, dapat langsung diatur ke dalam lemari pakaian.
  4. Jika semua barang sudah dikeluarkan, mulailah mengatur ruangan agar nyaman ditempati. Atur pula tanaman hias dari rumah lama, agar halaman rumah juga tampil asri.
  5. Luangkan waktu untuk berkenalan dengan para tetangga di sekitar rumah dan pada Ketua RT.
  6. Beritahukan pula alamat baru kepada kerabat, relasi, bank atau pihak asuransi yang berkaitan, agar surat-surat dapat dikirim ke alamat yang baru.
 Nah, bagaimana .. cukup jelas gak? kalo belum hihi.. harap maklum yah.. namanya juga lagi belajar nulis. 



0 comments:

Posting Komentar

Share & Enjoy

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More